Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2016

Fly With Airasia

Good morning Buddies, how was your weekend? Weekend aku kemaren aku habiskan dengan meet up sama temenku yang baru pulang dari Kuala Lumpur, dan seperti bisa ditebak ya I miss there to pieces, I miss million zillion things from there. Jadi inget waktu pertama kali ke Kuala Lumpur, kata orang pengalaman pertama itu yang biasanya gak akan pernah terlupakan. Yups 20 Juni 2012 pengalaman pertamaku naik pesawat, jangan kaget aku kan orang desa, gak pernah pergi jauh, jauh dalam arti menyeberang lautan haha karena biasanya cuma touring-touring ala backpacking dan bikepacking dari kota ke kota yang ada di Jawa dan Bali, jadi belom pernah naik pesawat. Pertama kali naik pesawat sekaligus pertama kali keluar negeri, ke negara tetangga kita Malaysia dengan kota tujuan Kuala Lumpur.

Bersama rombongan, ng... bukan rombongan juga sih orang kita itu cuma tujuh orang, mmm... bersama teman-teman gitu aja kali ya nyebutnya kita berangkat dari Yogyakarta. Menikmati penerbangan pertama dengan deg-degan dan seneng banget pertama kali naik pesawat sambil ketawa-ketiwi mengikuti prosedur-prosedur penerbangan. Melihat awan-awan deket sama kita, trus melihat pemandangan di bawah sambil melihat kakak-kakak pramugari pramugara yang ramah-ramah. Singkat cerita pengalaman yang indah itu harus terhenti, karena kita harus landing, ya iyalah kan udah nyampe di LCCT. Kalau sekarang Airsia landingnya di KLIA.

Nah sejak saat itu tiap kali mau liburan atau ada kerjaan mendadak aku selalu go to www.airasia.com, kenapa? Haha duh ya karena Airsia ini emang murah banget dan promonya banyak banget, beberapa kali ke Malaysia dan Singapore aku selalu terbang dengan Airsia (jadi kayak marketingnya Airasia). Pengalaman dari history terbang aku dengan Airsia belom pernah delay dan selalu tiba tepat waktu, tapi pernah juga dimajuin jadwal terbangnya, aku malah seneng jadi bisa tiba di tempat tujuan lebih awal hahaha. Yang lebih menyenangkan lagi di Airasia dengan tagline-nya Now Everyone Can Fly, kita bisa mendapatkan teman duduk dari berbagai kalangan dengan cerita mereka masing-masing dan tujuan mereka mengunjungi kota destinasi dengan alasan yang berbeda-beda.

Harapan aku semoga maskapai yang dipimpin oleh Tony Fernandes ini semakin merakyat dan tambah banyak promonya. Kru yang ada di pesawat dan di luar pesawat tambah ramah-ramah dan berkompeten di bidangnya masing-masing sehingga meminimalisir adanya kendala-kendala penerbangan. Pokoknya I'm happy flying with Airsia, always. Keep up the good work, thank you so much.

Selasa, 01 Desember 2015

Pawai Pembangunan DIY 2015

Hei hei hei, apa kabar semua? Haha akhirnya setelah earl monthly syndrome alias nglembur awal bulan yang kerjaannya segambreng, mulai dari pembuatan laporan bulanan sampe invoicing sudah tuntas (anggep aja sudah ya, huhu). Nah sekarang saatnya untuk berbagi cerita nih buat teman-teman semua, ng... aku lagi pengen bahas tentan acara-acara yang ada di Jogja ya, semoga kalian gak pernah bosan buat membacanya. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 22 Agustus 2015 di pusat kota Yogyakarta diadakan Pawai Pembangunan DIY 2015 yang merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70.

Awal mulanya sih aku gak tahu kalau ada acara pawai pada saat itu, cuman nih, temenku yang hitz banget yang kerjaannya selalu mengupdate informasi kekinian, yang tak lain dan tak bukan adalah Kurniawan Bakhrul Saputra alias Arul itu tiba-tiba saja mengajak untuk melihat pawai, dan tahukah kalian dia ngasih tahunya jam berapa? Jam 2 siang, padahal acara pawainya sendiri dimulai pada jam 3 sore, bagi yang belum tahu, sekedar informasi saja kalau rumahku itu di daerah Sleman jadi paling enggak menempuh waktu setengah jam buat ke pusat kota, dan karena itu weekend dan aku gak kemana-mana (gak ada yang ngajak, hiks) jadi dari pagi aku emang belum mandi (eh), nah kebayang kan aku buru-burunya gimana haha.

Seperti acara-acara pawai sebelumnya, saat acara berlangsung pasti sejumlah ruas menuju Jl. Malioboro akan ditutup. Jadi kita parkir di Stasiun Tugu, berjalan kaki sepanjang Jl. Malioboro untuk menyaksikan pawai tersebut. Sekitar ada 4.200 orang peserta yang terbagi dalam 52 kelompok mengikuti pawai ini, membawa nama dari daerah atau instansinya masing-masing. Dibagi menjadi 3 kontingen, seperti biasa untuk kontingen pertama pasti diisi oleh pasukan bergodo dan marching band. Kloter kedua diisi atranski seni budaya yang diikuti oleh seniman-seniman dari masing-masing kabupaten yang ada di Yogyakarta. Nah dan yang paling menarik adalah kontingen ketiga yang dimeriahkan oleh kendaraan hias dan kuno.

Di kontingen ketiga ada kelompok dari PT. Kereta Api Indonesia, Kebun Binatang Gembira Loka membawa serta beberapa binatangnya, persatuan sepeda onthel Yogyakarta (ada Mas Desi yang jualan slondhok, membawa serta kerombong slondhoknya), mobil-mobil kuno, dan yang bikin aku tertawa geli ada kelompok anak-anak kecil yang naik sepatu roda, nah mereka itu gak bisa ngerem, malah jatuh saling tindih satu sama lain haha, cool kids. Gimana seru kan? Pokoknya kalau ngomongin Jogja gak akan jauh-jauh dari budaya yang akan tetap lestari dan orang-orang kreatif di dalamnya.

Salam

Jumat, 20 November 2015

Agenda Tahunan FKY Yogyakarta

Yellow...!! Masih membahas tentang kebudayaan di kota Yogyakarta, kalau berbicara tentang kota kelahiranku ini, tidak akan lepas dari yang namanya kesenian. Nah di Jogja ada beberapa kesenian tahunan, mulai dari Kirab, Ngayogjazz, dan masih banyak lagi, yang paling banyak didatangi anak muda adalah FKY kepanjangan dari Festival Kesenian Yogyakarta. Berhubung aku juga anak muda kekinian (halah) jadi setiap tahunnya pasti aku wajib datang ke hajatan kota Yogyakarta yang satu ini. Bahkan dulu waktu aku masih duduk di bangku Sekolah Menegah Atas, kami dipulangkan lebih awal dan diwajibkan mengunjungi FKY kemudian keesokan harinya harus membuat laporan tentang kunjungan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun FKY mulai banyak perubahan, lebih menarik setiap tahunnya. Tahun ini dengan mengusung tema Edan-edanan FKY dikemas dengan sangat menarik lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya dan mampu meningkatkan animo masyarakat lebih banyak lagi. Diawali dengan acara Pawai/Kirab Kesenian yang diadakan tanggal 19 Agustus 2015 lalu pukul 15.00 WIB di ruas Jl. Kaliurang. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan FKY ke 27 di Taman Kuliner Condongcatur Depok Sleman pada pukul 17.00 WIB. Berbagai acara seperti Pasar Seni, Panggung Pasar Seni, Workshop Seni Kreatif dan Kerajinan Tangan, Lokakarya, Panggung Senyap, Pembacaan Prosa, Teater, Lomba Busana Koran, Pameran Para Perupa Muda, Bisokop, Diskusi Seni dan Budaya, Jogjakarta Video Mapping Project, dan Panggung Edan-edanan telah dijadwalkan memeriahkan FKY ke 27.

Selain tata acaranya dan pasar seni, yang menarik lagi adalah dekorasi panggung dan stand FKYnya sendiri. Selalu dibuat menarik memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi dan disulap menjadi aneka kerajinan bernilai seni yang apik menghias menambah keindahan perhelatan FKY. Tahun ini aku suka dengan dekorasi yang ada di sisi utara menampilkan beberapa topeng berjuntai. Stand-standnya juga tambah menarik karena dimeriahkan oleh seniman-seniman muda yang memamerkan dan menjual karya seni kontemporer mereka.


Mungkin agak terlambat ya aku nulis tentang FKY ini hehe maaf sibuk banget akunya (halah ngeles). Tapi harapanku semoga FKY tetap lestari dan bisa tetap diselenggarakan setiap tahunnya karena selain untuk ajang pameran dan karya seni kan bisa untuk menarik turis juga agar belajar tentang kebudayaan, seni, dan kuliner yang ada di Yogyakarta. Sukses terus buat FKY dan seniman-seniwati Yogyakarta, tetaplah berkarya melestarikan budaya dengan caranya masing-masing.

Salam


Minggu, 15 November 2015

Karnaval Jaban Kampung Kreatif

Hellow, start the weekday yeah its Monday. Masih ingin membicarakan tentang kampungku ya, kampung tempat aku dilahirkan dan dibesarkan yang terkadang harus aku tinggalkan karena tugas negara. Ada yang unik dalam perayaan Tujuh Belas Agustus tahun ini di kampungku, yaitu diadakannya Karnaval yang bahkan langsung diliput oleh reporter TVRI Yogyakarta. Seingat aku, semenjak aku lahir sampai segede ini, ini baru pertama kalinya kampungku mengadakan Karnaval. Biasanya hanya diadakan lomba untuk berbagai kategori, kemudian disusul dengan malam tirakatan dan pentas seni, sekaligus pembagian hadiah lomba dan pemutaran film dokumenter.

Disambut antusias oleh berbagai kalangan atas ide Karnaval ini, seluruh masyarakat berlomba-lomba mengenakan busana adiguna masterpiece mereka sesuai dengan tema-tema yang sudah diusung masing-masing kelompok. Dimulai dari busana Gedrug yang dibawakan oleh pemuda-pemuda kampung Jaban, kemudian aneka busana dari berbagai daerah yang diperankan oleh bapak-bapak, ada juga yang berpakaian dengan peran mereka dalam pentas seni Sronthol. Nah untuk ibu-ibu mayoritas mereka mengenakan pakaian kebaya kuno, berjarit, menggendong tenggok, dan mengenakan caping. Anak-anak kecil juga tidak mau ketinggalan, mereka mengenakan kostum tari, kostum jathilan, membawa serta gamelannya.

Nah buat yang pemuda nih, khususnya aku juga ya, kan masih muda haha, kami mengusung tema pelajar dan profesi. Sesuai dengan karakter dan peran kami dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai pelajar dan juga pekerja. Beberapa mengenakan pakaian seragam sekolah lama, ada yang dibela-belain pinjem juga, ada yang berbusana dokter, suster, guru, fotografer. Dan aku cukup bahagia dengan diriku sendiri menjadi seorang accounting, ya walaupun pada akhirnya setelah aku muter-muter di depan kaca malah kelihatan kayak sales obat sih wkwkwkw. Kesalahan aku pada waktu itu adalah, aku mengenakan sepatu high heels sehingga kaki lecet semuanya.

 
Setelah selesei Karnaval mengelilingi kampung-kampung disekitar Jaban, kami berkumpul kembali di Lapangan SD Dayuharjo untuk melaksanakan Upacara Penurunan Bendera yang dipimpin oleh Bapak Camat Ngaglik. Dalam pidato Beliau itulah akhirnya kampung kami diresmikan menjadi Jaban Kampung Kreatif, whoaaa tepuk tangan donk. Itu adalah awal mulanya, nah mulai saat itulah kami, para pemuda dan pemudi ditantang untuk selalu memberikan ide-ide kreatif untuk kemajuan Jaban. Sangat menyenangkan bukan tinggal di desa?

Senin, 02 November 2015

Memanjakan Mata di Pantai Ngrenehan

Yuhuuu selamat siang, di mana matahari menyinari dengan terang dan panasnya. Nah gak salah lagi nih kayaknya kalau kita bahas seputar wisata air ya mumpung cuaca yang masih kering kerontang belum hujan juga. Yewww mari kita menuju ke pesisir Gunung Kidul Yogyakarta yang sudah terkenal akan keindahan pantainya. Yup Buddies mari aku perkenalkan dengan pantai Ngrenehan, salah satu Pantai yang terdapat di kawasan Pantai Gunung Sewu. Yang keren dari pantai ini adalah kita bisa melihat aktivitas nelayan dan disepanjang bibir pantai terdapat perahu-perahu mereka, tidak seperti di pantai Gunung Kidul yang lain.

Berjarak sekitar 60 km dari kota Yogyakarta, atau sekitar 30 km dari kota Wonosari, akses untuk menuju pantai ini sangatlah mudah. Dari kota Wonosari kita tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Baron, nah nanti kita akan menemukan petunjuk arah menuju Pantai Ngrenehan, Ngobaran, Nguyahan. Sayangnya memang kalau ingin langsung ke pantai ini harus menggunakan kendaraan pribadi, tapi jangan khawatir, gak mungkin nyasar ko karena jalan yang dilewati adalah jalan utama. Harga tiketnya sendiri (pada waktu aku ke sana) 10 ribu rupiah, bisa dibeli di TPR, jadi selain menuju pantai Ngrenehan kita juga bisa mengunjungi pantai-pantai yang lain yang ada di kawasan Gunung Sewu.

Secara administratif pantai ini beralamat di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Begitu sampai di sana jangan kaget ya, kalian bakal disambut oleh langit biru cerah, pasir putih, air laut turquoise beserta ombaknya, deretan batu karang nan artistik, dan berjajar di sepanjang pantai perahu nelayan, ocean is calling. Bikin kita gak sabar untuk segera nyemplung dan bermain-main air bersama sahabat, pasir di pantai ini sangat lembut, kalau ombaknya waktu aku datang tidak terlalu besar jadi cocok banget buat main air. Selesai mandi-mandi, lidah kalian juga bakal dimanjakan kuliner di sekitar pantai yang disediakan oleh penjual-penjual di sana, tapi bayar lho ya.

 
Nah apabila masih ingin melanjutkan perjalanan menuju pantai yang lain kalian bisa menuju ke Pantai Ngobaran atau Pantai Nguyahan yang lokasinya dekat dengan Pantai Ngrenehan ini, di mana setiap pantainya menawarkan keindahan dan cerita tersendiri. Jangan lupa beli oleh-oleh seafood buat keluarga yang di rumah karena ada pelelangan ikan di sana, fresh from the ocean. Gimana? Seru banget kan? Buat yang udah gak sabar pengen ke sana silahkan langsung gas motor atau mobilnya. Buat yang pengen mandi-mandi dan takut hitam aku sarankan jangan lupa pakai sunblock, yang waterproof ya haha

Senin, 12 Oktober 2015

Dixie Easy Dining, Tempat Nongkrong Asik

Selamat hari Senin, duh udah lama banget ya gak nulis lagi jadi kangen, soalnya kemaren sibuk awal bulan. Emm udah pada jalan-jalan ke mana aja kalian? Review terakhir kemaren tentang wisata belanja ya, baiklah sekarang kita bahas wisata kuliner lagi, hayo pasti pada demen kan. Ini nih aku perkenalkan tempat yang cocok buat nongkrong asik bareng temen-temen kamu, lokasinya di Jl. Gejayan No. 40B, Dixie Easy Dining. Saran aku sih, kalian dateng sore jam 5an gitu, terus cari tempatnya di lantai 2 yang smoking area, hmm nanti bakalan bisa melihat langit sore yang indah lho. Buat yang muslim jangan khawatir mepet sama sholat maghrib, karena kalian bisa sholat di mushola.

Begitu memasuki tempat ini kalian pasti bakalan langsung betah, interiornya bagus banget dan bikin nyaman. Cocok untuk bersantai ria bersama keluarga, sahabat, teman kantor, atau sekedar untuk menggalau sendiri (halah). Nah kalau udah masuk, terus pilih tempat duduk, trus duduk, lalu apa yang akan kita lakukan? Menyapu? Oh tidak, tidak, tidak, bukan itu jawabannya, selanjutnya adalah kita memesan makanan dan minumannya. Buat yang baru pertama kali datang ke sini bakal membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan mau pesan apa, trust me, menunya banyak banget dan beragam semuanya juga kelihatan enak banget, mulai dari menu western kayak aneka macam pasta, steak, ravioli, ah banyak deh sampe lupa, ada juga menu nusantara ada soto, ayam taliwang, dan masih banyak lagi, eh ada juga lho menu orientalnya, belum lagi ditambah menu dessert dan appetizer yang juga bakal bikin bingung menentukan pilihan.

Nah menu favorit aku di sini adalah mac n cheese, jadi itu baked pasta yang disajikan pake kuali (hah) ah maksudnya gerabah haha. Trus sensasi kejunya itu, hmmm perfecto suka banget deh pokoknya, buat yang makannya dikit kayak aku lebih baik jangan pesen yang large biar gak mubazir. Lanjut ke minuman, kalau favorit aku adalah kopi wedang susu, jadi perpaduan anatara kopi, wedang, dan juga susu, disajikan hangat, makin menambah hangat suasana.

Ada lagi satu menu, tapi aku lupa namanya, penampakannya kayak gambar di bawah ini, kayak fish and chips gitu. Baru sekali sih pesen dan rasanya endul banget alias endes alias enak, dagingnya juicy itu yang aku suka, pokoknya recommended.

Biar kalian gak tambah penasaran silahkan langsung nyobain ke sana, tapi jangan kecewa ya kalau misal nunggu makanannya lama, kan pelanggannya banyak, jadi harap sabar.

Minggu, 27 September 2015

Sakola, Tempat Belanja Fashion Paling Hits di Jogja

Hai hai selamat pagi, maaf ya lama gak nge-post sibuk banget baru pulang dari Bogor nih habis acara sama Kominfo. Postingan kali ini mari kita bahas tentang wisata belanja terutama nih buat cewek-cewek yang gak mau ketinggalan mode kekinian. Jika kamu tinggal di Jogja atau pernah ke Jogja atau mungkin akan ke Jogja, mari aku perkenalkan dengan factory outlet paling hits di kalangan anak muda, namanya Sakola. Tempat ini sudah sangat terkenal karena selain harganya yang murah, kualitasnya yang gak kalah dengan butik-butik yang harganya lebih mahal, juga karena produk-produknya yang selalu mengikuti perkembangan trend, jadi gak salah deh kalau kalian mampir sebentar ke sini.

Berlokasi di daerah Wirobrajan tepatnya Jl. Kapten Piere Tendean No. 47 Yogyakarta lokasinya tepat di pinggir jalan sehingga sangat mudah ditemukan. Buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para pemburu fashion dari semua kalangan. Bahkan pernah sekali waktu mau lebaran Idul Fitri kemarin aku ke sana sampai gak kebagian tempat parkir dan harus parkir di belakang. Padahal waktu itu aku dateng baru jam 9 pagi, sudah kebayang kan gimana kondanganya ini tempat di kalangan warga Jogja.

Tempat ini areanya cukup luas dan menyediakan beraneka ragam model baju dari yang santai, formal, sampai gamis, ah pokoknya lengkap deh aku sendiri gak bisa hafal (sapa yang nyuruh ngapalin). Selain baju ada juga beraneka aksesoris, sepatu, tas yang bisa kita temukan di Sakola Selatan. Kalau masuk ke sana sempatkan untuk melihat satu per satu produknya, dan aku pastikan kalian bakal bingung mau pilih yang mana. Ya karena memang bagus-bagus dan harganya murah-murah, harga mahasiswa banget dah pokoknya. Pernah juga aku ke sana ada yang beli sampe habis jutaan dengan ratusan item, kayaknya sih mau dijual lagi di tempat asalnya dia.
Nah itu tadi sedikit ulasan tentang Sakola, jadi kalau kamu mau ke Jogja dan gak bawa baju yang cukup, jangan khawatir beli di sana aja. Kalau pengen tahu lebih detailnya silahkan kalian langsung aja mengunjungi tempat ini sambil jalan-jalan sama temen-temen ya kan dan siap-siap untuk ketagihan buat dateng lagi dan menjadi Sakola Lovers. Buat kalian yang lokasinya jauh aku gak tahu sih Sakola punya online shop atau enggak, mungkin bisa ditanyakan langsung ke media sosialnya aja kali ya. Okay sekian dari aku see ya in next post.

Kamis, 10 September 2015

Pantai Sundak dan Surau Indah di sana

Semangat jalan-jalan travelers, okay lets talk about beach my favorite spot to going some vacation. Pantai yang sudah terkenal di Yogyakarta adalah deretan pantai di Kabupaten Gunung Kidul, nah salah satu yang akan kita bahas adalah Pantai Sundak. Sudah dua kali saya mengunjungi pantai tersebut, yang pertama adalah saat saya masih duduk di bangku kuliah bersama teman-teman kampus. Baru-baru ini saya mengunjungi pantai itu lagi bersama adik saya dan di sana saya bertemu dengan saudara saya yang ternyata sedang "mengintai". Ah sudahlah mari kita lupakan urusan orang lain hahaha.

Pantai Sundak tidak terlalu besar namun untuk sekarang penataan pantainya sudah bagus dan banyak warung-warung yang sudah menyediakan gubuk. Pantai yang indah ini mempunyai pasir yang putih dan batu-batu karang yang besar, beberapa di antaranya sudah cekung dan menampung air laut yang saat pasang sampai di bibir pantai hingga mirip mata air, kalau dalam bahasa Jawa disebut mbelik. Selain duduk di gubuk sambil menikmati kelapa muda, kita juga bisa menyewa tikar dan duduk lesehan di bawah rindangnya pohon-pohon di sekitar pantai sambil menikmati aneka olahan laut yang dijajakan oleh penjual di sana atau bisa juga bawa bekal dari rumah (biar irit).

Based on sejarah nama Sundak sendiri berasal dari asu (anjing) dan landak, diceritakan pada jaman dahulu keduanya terlibat dalam pertarungan dan dimenangkan oleh asu (anjing). Tiket masuk untuk pantai ini sangat murah bisa dibeli di TPR seharga sepuluh ribu rupiah bisa menikmati seluruh pantai di sepanjang pesisir Gunung Kidul. Pesan saya, karena batu karang di pantai ini cukup besar, harap berhati-hati apabila sedang berada di bawahnya. Ditakutkan karangnya sudah terabrasi sehingga bisa menyebabkan roboh seperti pada kasus Pantai Sadranan beberapa bulan yang lalu sehingga memakan korban jiwa.
 
 
Selain pantainya yang membuat saya tertarik adalah mushola yang ada di dekat pantai tersebut, bergaya Jawa klasik dengan bentuk joglo. Tidak seperti di pantai lain, mushola di pantai ini sangat bersih sehingga sangat nyaman ketika kita akan melaksanakan sholat di sana. Selain itu entah kenapa hanya di mushola ini airnya segar dan tawar, benar-benar sejuk. Begitu memasuki mushola ini akan sangat terasa tempat tersebut dipenuhi dengan doa dan nilai-nilai kesenia Jawa yang kental melekat pada arsitekturnya.

Salam

Jumat, 04 September 2015

Where's Next?

Hai hai, selamat menyambut weekend kembali, hari ini aku gak akan membahas tentang pekerjaan lagi deh. Ummm lagi pengen review kembali seputar perjalananku, mungkin ada banyak yang belum aku tulis, nah kalau misal mau kepo udah kemana aja bisa check di instagram atau facebookku ya. Sebenarnya aku tuh traveler pemula, awalnya aku adalah anak rumahan yang kalau libur cuma nonton film atau tiduran. Berawal sejak tahun 2012 di mana aku harus hijrah ke kota yang mempunyai menara kembar, yups Kuala Lumpur, di sana aku bertemu dengan teman-teman yang setiap libur pasti ngajak jalan-jalan. Nah begitu kembali ke Indonesia, eh aku ketemu sama temen yang doyan meracuni aku jalan-jalan juga. Alhasil sudah beberapa negara dan propinsi di Indonesia ini yang sudah kami kunjungi bersama.


Untuk tahun 2015 sampai dengan bulan Agustus aku udah mengunjungi 7 propinsi di Indonesia. Memang tidak mudah untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut jadi kira-kira setiap bulan jatahnya satu kali keluar kota gitu kali ya haha, dan harus bisa ambil cuti juga? Eits tunggu dulu, sama sekali tidak, aku gak ngambil cuti karena liburnya kan 2 hari weekend jadi bisa dimanfaatkan untuk keluar kota donk. Yang menjadi masalah bukan lagi waktu yang terbatas, tapi dana yang terbatas, gak munafik guys jalan-jalan butuh modal juga. Banyak temen-temen aku yang gak mau diajak jalan-jalan karena memang pengen beli ini atau beli itu, yah kalau itu sih tergantung sama selera masing-masing kan ya. Tergantung kita ingin meprioritaskan yang mana.

Namun untuk jalan-jalan keluar negeri sampai dengan saat ini aku belom beli tiket lagi, belajar dari pengalaman waktu 2013 kemaren ke Singapore pas dollar lagi tinggi-tingginya, nah sekarang juga dollar lagi bikin kalkulator semua insan keuangan nge-hank. Jadi lebih baik aku kalem dulu aja lah ya, jalan-jalannya ke area Daerah Istimewa Yogyakarta dulu aja, lha wong belom katam juga ko dengan tempat wisata di kota sendiri, harus lebih banyak digali lagi donk.

Yah semoga saja dollar segera bersahabat sehingga bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan nyaman dan keuangan di Indonesia semakain stabil, perekonomian juga bisa tumbuh. Sebenernya pengen banget jalan-jalan ke Turki, tapi ya walaupun bisa beli tiket, ntar di sana aku makan apa donk kalau gak punya sangu. Belom lagi temen-temen yang malakin oleh-oleh begitunya pulang ke Indonesia. Sooner or later travelling overseas again, where's next?

Jumat, 14 Agustus 2015

Bandung Soon

Hi guys,

Bagaimana kabar kalian? Lagi pada sibuk persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 ya? Semoga dengan bertambahnya umur Republik Indonesia ini bertambah pula kesejahteraan, persatuan, dan perdamaian rakyatnya. Nah kalau ngomongin tentang Kemerdekaan Republik Indonesia pastilah pikiran kita bakal teringat pada peristiwa-peristiwa heroik yang terjadi pada saat merebut kemerdekaan bangsa ini. Tidak hanya berhenti di situ saja, karena kita tahu setelah kemerdekaan diproklamirkan pun masih ada beberapa negara yang mencoba menjajah Indonesia kembali sehingga memicu Perang Kemerdekaan (1945-1949). Salah satunya adalah Belanda, Belanda mencoba untuk menjajah Indonesia kembali dan peristiwa menghebohkan yang saya ingat dari pelajaran sejarah saat sekolah adalah Bandung Lautan Api.

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung pada tanggal 23 Maret 1946. Hal tersebut dilakukan karena untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda untuk dapat menempati kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Belanda memberikan ultimatum kepada para penduduk agar mengosongkan wilayah tersebut, namun ultimatum tersebut tidak diindahkan, kemudian pada tanggal 23 Maret 1946 Belanda mengulangi ultimatumnya. Akhirnya atas instruksi dari pemerintah RI di Jakarta, para pejuang mau meninggalkan kotanya walau dengan berat hati.  Namun sebelum meninggalkan kota tersebut, terlebih dahulu para pejuang menyerang ke arah sekutu dan membumi hanguskan Bandung wilayah selatan.

Begitulah sedikit kilas balik peristiwa yang terjadi setelah kemerdekaan (sambil nyontek buku sejarah), eh ngomong-ngomong soal Bandung, sepertinya dalam waktu dekat ini saya bersama travelmate saya, Arul a.k.a Kurniawan Bakhrul Saputra bakalan mengunjungi kota ini. Sudah lama sekali sahabat saya ini mengajak saya untuk berkunjung dan wisata kuliner di Kota Kembang ini. Sudah berburu tiket juga namun karena kesibukan kita jadi masih belum menemukan jadwal yang pas.

Semoga kami segera bisa mendapatkan waktu yang sama-sama bisa libur bareng jadi bisa segera mengunjungi kota Bandung. Rencana sih menggunakan kereta api agar lebih ekonimis, jadi kami bisa menghemat budget untuk jalan-jalan, mencicipi wisata kuliner, berbelanja, dan tak lupa napak tilas di sana sambil belajar kebudayaan dan kearifan lokal warga Bandung.
 Tarif Kereta Jogja-Bandung
Buat teman-teman yang di Bandung atau ada rencana mau ke Bandung mungkin bisa bantu kalau kami nyasar ya hahaha.
Salam Merdeka!

Rabu, 29 Juli 2015

Kuda-Kudaan Plastik, Teman Bermain Anak

Salam,
Agak gak nyambung mungkin ya dengan tema blog ini yang membahas tentang traveling, tapi gakpapa deh karena siapa tau bermanfaat juga. Berkisah tentang liburannya Melinda (Maheza Nurcahyo) ke daerah Banyumasan, di sana dia mempunyai anak angkat yang masih balita dan sangat lucu sekali. Yang membuat saya tertarik adalah mainan berupa kuda-kudaan plastik yang mungkin bagi beberapa orangtua yang memiliki balita masa kini adalah biasa saja. Ya maklumlah bloggernya kan belum punya anak jadi gak tau perkembangan mainan anak jaman sekarang ya kaaan.

Jaman dahulu kala (halah), maksudnya jaman saya masih kecil (saya tinggal di desa, tegalan sih lebih tepatnya) belum ada mainan seperti ini, atau mungkin yang menyerupai seperti ini sebelumnya. Kalau ingin main kuda-kudaan ya ayah saya yang jadi kudanya kemudian saya dan adik saya naik ke punggung ayah saya kemudian ayah saya akan berlari-lari layaknya kuda yang sedang dipacu keliling ruangan. Jadi kalau ada mainan seperti ini saya jadi teringat ayah saya yang merelakan punggungnya untuk dinaikki anak-anaknya dalam arti sebenarnya, tidak hanya sebagai tulang punggung saja.

Begitulah rupa kuda-kudaan imut yang saya temukan, walaupun mungkin kuda ini gak bisa keliling ruangan (gak mungkin jalan sendiri kan ya) namun setidaknya bisa dinaiki dan menggantikan punggung ayah yang sedang bekerja sehingga tidak bisa menemani anaknya bermain. Selain mainan ini belum ada hal lain yang menarik yang saya temukan, karena ternyata anak-anak jaman sekarang selain jago bermain juga jago selfi dan utak-utik gadget. Ini yang kadang mebuat saya khawatir, ditakutkan anak-anak generasi penerus kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar namun malah banyak memusatkan perhatian pada gadget mereka.

Banyak permainan anak-anak kuno yang sarat akan makna filosofis, lagu-lagu yang maknanya sangat dalam namun dibawakan dengan ceria dan jenaka seperti yang diajarkan Sunan Kalijaga, sudah jarang sekali anak-anak kecil jaman sekarang yang tau. Padahal seharusnya kita lestarikan bukan? Pengalaman menonton salah satu show di Singapore, Song of the Sea, percakapan mereka dalam bahasa Inggris, namun salah satu lagu yang dinyanyikan adalah Anak Kambing Saya, bukankah itu lagu daerah kita? Mari kita renungkan bersama, selain mengikuti perkembangan jaman, kita harus ajarkan juga nilai-nilai moral untuk mencintai dan melestarikan budaya kita.

Selasa, 28 Juli 2015

Prosesi Pernikahan Adat Jawa, Midodareni


Selamat siang visitors lama tidak berjumpa, mohon maaf beberapa minggu ini vakum karena sibuk libur lebaran haha. Nah untuk pembahasan kita pada sesi kali ini adalah tentang pelajaran yang bisa kita ambil pada saat traveling, salah satunya adalah kebudayaan atau adat istiadat kearifan lokal. Berhubung setelah lebaran biasanya banyak sekali yang mantu, kita bahas tentang prosesi pernikahan ya. Pernikahan adat memang sangat menarik untuk disaksikan, apalagi bila yang ngunduh mantu itu adalah Raja, biasa kita sebut Royal Wedding dan menyedot perhatian publik dari berbagai kalangan bahkan turis mancanegara.

Tapi untuk kali ini saya tidak membahas tentang pernikahan Royal Wedding, yang akan saya bahas adalah tentang prosesi pernikahan adat yang sakral dan sarat dengan unsur seni yang filosofis. Berhubung saya orang Jogja jadi saya akan membahas tentang prosesi pernikahan adat Jogja, diantaranya adalah: nontoni, upacara lamaran, upacara tarub, nyantri, siraman, midodareni, langkahan (apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum menikah), ijab, dan panggih.

Sayangnya sampai dengan tulisan ini diturunkan bloggernya (saya) sendiri juga belum menikah, jadi saya akan membahas sebisa saya ya. Berbekal ilmu kepemudaan di organisasi Permadi dusun Jaban Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta, saya sering sekali membantu tetangga yang mengadakan hajatan mantu (biasanya kami rewang dan nyinom). Dari kegiatan tersebut saya belajar tentang prosesi pernikahan adat Jawa, yang paling membuat saya tertarik adalah prosesi Midodareni.

Midodareni berasal dari kata dasar widodari (Jawa) yang berarti bidadari yaitu putri dari surga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasihat serta doa-doa dan harapan yang disimboliskan dengan:
  • Sepasang kembar mayang (dipasang di kamar pengantin)
  • Sepasang periuk yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup periuk tadi
  • Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur
  • Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi
  
Seperti ini suasana Midodareni (foto by: Maheza & Indra)
 
Sepertinya sekian dulu yang bisa saya tulis karena memang ilmu yang saya miliki baru sedikit dan belum berpengalaman. Esok kemudian hari apabila saya sudah Midodareni akan saya bagi lagi ilmu yang saya miliki. Tulisan kali ini saya dedikasikan untuk Mba Rheni Fitriani Rorah (teman sekamar saya selama 7 bulan) yang sebentar lagi akan menempuh hidup baru, semoga langgeng dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, Amin.

Minggu, 04 Agustus 2013

Start my journey from the Beginning



Hi guys, thanks for visiting my page, this blog is all about my journey around places that I have visited. First of all let me introduce my self, my name is Rika Nofiani and you are can call me Rika. I love travelling, especially at Yogyakarta one of special district at Indonesia, a lot of tourism places available to visit there. Yogyakarta known as tourism city, student city, culture city, and Gudeg city, Gudeg is traditional food that really famous there.