Tampilkan postingan dengan label yogya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yogya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

Karnaval Jaban Kampung Kreatif

Hellow, start the weekday yeah its Monday. Masih ingin membicarakan tentang kampungku ya, kampung tempat aku dilahirkan dan dibesarkan yang terkadang harus aku tinggalkan karena tugas negara. Ada yang unik dalam perayaan Tujuh Belas Agustus tahun ini di kampungku, yaitu diadakannya Karnaval yang bahkan langsung diliput oleh reporter TVRI Yogyakarta. Seingat aku, semenjak aku lahir sampai segede ini, ini baru pertama kalinya kampungku mengadakan Karnaval. Biasanya hanya diadakan lomba untuk berbagai kategori, kemudian disusul dengan malam tirakatan dan pentas seni, sekaligus pembagian hadiah lomba dan pemutaran film dokumenter.

Disambut antusias oleh berbagai kalangan atas ide Karnaval ini, seluruh masyarakat berlomba-lomba mengenakan busana adiguna masterpiece mereka sesuai dengan tema-tema yang sudah diusung masing-masing kelompok. Dimulai dari busana Gedrug yang dibawakan oleh pemuda-pemuda kampung Jaban, kemudian aneka busana dari berbagai daerah yang diperankan oleh bapak-bapak, ada juga yang berpakaian dengan peran mereka dalam pentas seni Sronthol. Nah untuk ibu-ibu mayoritas mereka mengenakan pakaian kebaya kuno, berjarit, menggendong tenggok, dan mengenakan caping. Anak-anak kecil juga tidak mau ketinggalan, mereka mengenakan kostum tari, kostum jathilan, membawa serta gamelannya.

Nah buat yang pemuda nih, khususnya aku juga ya, kan masih muda haha, kami mengusung tema pelajar dan profesi. Sesuai dengan karakter dan peran kami dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai pelajar dan juga pekerja. Beberapa mengenakan pakaian seragam sekolah lama, ada yang dibela-belain pinjem juga, ada yang berbusana dokter, suster, guru, fotografer. Dan aku cukup bahagia dengan diriku sendiri menjadi seorang accounting, ya walaupun pada akhirnya setelah aku muter-muter di depan kaca malah kelihatan kayak sales obat sih wkwkwkw. Kesalahan aku pada waktu itu adalah, aku mengenakan sepatu high heels sehingga kaki lecet semuanya.

 
Setelah selesei Karnaval mengelilingi kampung-kampung disekitar Jaban, kami berkumpul kembali di Lapangan SD Dayuharjo untuk melaksanakan Upacara Penurunan Bendera yang dipimpin oleh Bapak Camat Ngaglik. Dalam pidato Beliau itulah akhirnya kampung kami diresmikan menjadi Jaban Kampung Kreatif, whoaaa tepuk tangan donk. Itu adalah awal mulanya, nah mulai saat itulah kami, para pemuda dan pemudi ditantang untuk selalu memberikan ide-ide kreatif untuk kemajuan Jaban. Sangat menyenangkan bukan tinggal di desa?

Senin, 12 Oktober 2015

Dixie Easy Dining, Tempat Nongkrong Asik

Selamat hari Senin, duh udah lama banget ya gak nulis lagi jadi kangen, soalnya kemaren sibuk awal bulan. Emm udah pada jalan-jalan ke mana aja kalian? Review terakhir kemaren tentang wisata belanja ya, baiklah sekarang kita bahas wisata kuliner lagi, hayo pasti pada demen kan. Ini nih aku perkenalkan tempat yang cocok buat nongkrong asik bareng temen-temen kamu, lokasinya di Jl. Gejayan No. 40B, Dixie Easy Dining. Saran aku sih, kalian dateng sore jam 5an gitu, terus cari tempatnya di lantai 2 yang smoking area, hmm nanti bakalan bisa melihat langit sore yang indah lho. Buat yang muslim jangan khawatir mepet sama sholat maghrib, karena kalian bisa sholat di mushola.

Begitu memasuki tempat ini kalian pasti bakalan langsung betah, interiornya bagus banget dan bikin nyaman. Cocok untuk bersantai ria bersama keluarga, sahabat, teman kantor, atau sekedar untuk menggalau sendiri (halah). Nah kalau udah masuk, terus pilih tempat duduk, trus duduk, lalu apa yang akan kita lakukan? Menyapu? Oh tidak, tidak, tidak, bukan itu jawabannya, selanjutnya adalah kita memesan makanan dan minumannya. Buat yang baru pertama kali datang ke sini bakal membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan mau pesan apa, trust me, menunya banyak banget dan beragam semuanya juga kelihatan enak banget, mulai dari menu western kayak aneka macam pasta, steak, ravioli, ah banyak deh sampe lupa, ada juga menu nusantara ada soto, ayam taliwang, dan masih banyak lagi, eh ada juga lho menu orientalnya, belum lagi ditambah menu dessert dan appetizer yang juga bakal bikin bingung menentukan pilihan.

Nah menu favorit aku di sini adalah mac n cheese, jadi itu baked pasta yang disajikan pake kuali (hah) ah maksudnya gerabah haha. Trus sensasi kejunya itu, hmmm perfecto suka banget deh pokoknya, buat yang makannya dikit kayak aku lebih baik jangan pesen yang large biar gak mubazir. Lanjut ke minuman, kalau favorit aku adalah kopi wedang susu, jadi perpaduan anatara kopi, wedang, dan juga susu, disajikan hangat, makin menambah hangat suasana.

Ada lagi satu menu, tapi aku lupa namanya, penampakannya kayak gambar di bawah ini, kayak fish and chips gitu. Baru sekali sih pesen dan rasanya endul banget alias endes alias enak, dagingnya juicy itu yang aku suka, pokoknya recommended.

Biar kalian gak tambah penasaran silahkan langsung nyobain ke sana, tapi jangan kecewa ya kalau misal nunggu makanannya lama, kan pelanggannya banyak, jadi harap sabar.

Minggu, 27 September 2015

Sakola, Tempat Belanja Fashion Paling Hits di Jogja

Hai hai selamat pagi, maaf ya lama gak nge-post sibuk banget baru pulang dari Bogor nih habis acara sama Kominfo. Postingan kali ini mari kita bahas tentang wisata belanja terutama nih buat cewek-cewek yang gak mau ketinggalan mode kekinian. Jika kamu tinggal di Jogja atau pernah ke Jogja atau mungkin akan ke Jogja, mari aku perkenalkan dengan factory outlet paling hits di kalangan anak muda, namanya Sakola. Tempat ini sudah sangat terkenal karena selain harganya yang murah, kualitasnya yang gak kalah dengan butik-butik yang harganya lebih mahal, juga karena produk-produknya yang selalu mengikuti perkembangan trend, jadi gak salah deh kalau kalian mampir sebentar ke sini.

Berlokasi di daerah Wirobrajan tepatnya Jl. Kapten Piere Tendean No. 47 Yogyakarta lokasinya tepat di pinggir jalan sehingga sangat mudah ditemukan. Buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para pemburu fashion dari semua kalangan. Bahkan pernah sekali waktu mau lebaran Idul Fitri kemarin aku ke sana sampai gak kebagian tempat parkir dan harus parkir di belakang. Padahal waktu itu aku dateng baru jam 9 pagi, sudah kebayang kan gimana kondanganya ini tempat di kalangan warga Jogja.

Tempat ini areanya cukup luas dan menyediakan beraneka ragam model baju dari yang santai, formal, sampai gamis, ah pokoknya lengkap deh aku sendiri gak bisa hafal (sapa yang nyuruh ngapalin). Selain baju ada juga beraneka aksesoris, sepatu, tas yang bisa kita temukan di Sakola Selatan. Kalau masuk ke sana sempatkan untuk melihat satu per satu produknya, dan aku pastikan kalian bakal bingung mau pilih yang mana. Ya karena memang bagus-bagus dan harganya murah-murah, harga mahasiswa banget dah pokoknya. Pernah juga aku ke sana ada yang beli sampe habis jutaan dengan ratusan item, kayaknya sih mau dijual lagi di tempat asalnya dia.
Nah itu tadi sedikit ulasan tentang Sakola, jadi kalau kamu mau ke Jogja dan gak bawa baju yang cukup, jangan khawatir beli di sana aja. Kalau pengen tahu lebih detailnya silahkan kalian langsung aja mengunjungi tempat ini sambil jalan-jalan sama temen-temen ya kan dan siap-siap untuk ketagihan buat dateng lagi dan menjadi Sakola Lovers. Buat kalian yang lokasinya jauh aku gak tahu sih Sakola punya online shop atau enggak, mungkin bisa ditanyakan langsung ke media sosialnya aja kali ya. Okay sekian dari aku see ya in next post.

Kamis, 10 September 2015

Pantai Sundak dan Surau Indah di sana

Semangat jalan-jalan travelers, okay lets talk about beach my favorite spot to going some vacation. Pantai yang sudah terkenal di Yogyakarta adalah deretan pantai di Kabupaten Gunung Kidul, nah salah satu yang akan kita bahas adalah Pantai Sundak. Sudah dua kali saya mengunjungi pantai tersebut, yang pertama adalah saat saya masih duduk di bangku kuliah bersama teman-teman kampus. Baru-baru ini saya mengunjungi pantai itu lagi bersama adik saya dan di sana saya bertemu dengan saudara saya yang ternyata sedang "mengintai". Ah sudahlah mari kita lupakan urusan orang lain hahaha.

Pantai Sundak tidak terlalu besar namun untuk sekarang penataan pantainya sudah bagus dan banyak warung-warung yang sudah menyediakan gubuk. Pantai yang indah ini mempunyai pasir yang putih dan batu-batu karang yang besar, beberapa di antaranya sudah cekung dan menampung air laut yang saat pasang sampai di bibir pantai hingga mirip mata air, kalau dalam bahasa Jawa disebut mbelik. Selain duduk di gubuk sambil menikmati kelapa muda, kita juga bisa menyewa tikar dan duduk lesehan di bawah rindangnya pohon-pohon di sekitar pantai sambil menikmati aneka olahan laut yang dijajakan oleh penjual di sana atau bisa juga bawa bekal dari rumah (biar irit).

Based on sejarah nama Sundak sendiri berasal dari asu (anjing) dan landak, diceritakan pada jaman dahulu keduanya terlibat dalam pertarungan dan dimenangkan oleh asu (anjing). Tiket masuk untuk pantai ini sangat murah bisa dibeli di TPR seharga sepuluh ribu rupiah bisa menikmati seluruh pantai di sepanjang pesisir Gunung Kidul. Pesan saya, karena batu karang di pantai ini cukup besar, harap berhati-hati apabila sedang berada di bawahnya. Ditakutkan karangnya sudah terabrasi sehingga bisa menyebabkan roboh seperti pada kasus Pantai Sadranan beberapa bulan yang lalu sehingga memakan korban jiwa.
 
 
Selain pantainya yang membuat saya tertarik adalah mushola yang ada di dekat pantai tersebut, bergaya Jawa klasik dengan bentuk joglo. Tidak seperti di pantai lain, mushola di pantai ini sangat bersih sehingga sangat nyaman ketika kita akan melaksanakan sholat di sana. Selain itu entah kenapa hanya di mushola ini airnya segar dan tawar, benar-benar sejuk. Begitu memasuki mushola ini akan sangat terasa tempat tersebut dipenuhi dengan doa dan nilai-nilai kesenia Jawa yang kental melekat pada arsitekturnya.

Salam

Kamis, 06 Agustus 2015

Semangka dan Hotel Sheraton Yogyakarta

Dear visitors,

Terimakasih sudah setia mengikuti blog saya yang memang masih belum banyak postnya karena memang sedang merintis sih, masih harus banyak belajar dari para senior. Tapi saya akan berusaha membuat blog ini lebih seru yang mungkin bisa menginspirasi kalian semua (kalau ada waktu ya haha). Baiklah cerita kali ini adalah tentang acara yang saya hadiri yang diadakan oleh Kemetrian Komunikasi dan Informatika, meeting Evaluasi Tahunan Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi di Hotel Sheraton Yogyakarta beberapa hari yang lalu. Eits tapi kita gak bahas meetingnya apa ya, masalah kerjaan gak usah dibawa-bawa ke blog haha. Yang mau saya bahas adalah tentang makanannya (halah).

Dimulai dengan pagi ketika kami tiba di Hotel Sheraton Yogyakarta, kami langsung disuguhi coffee break yang menu diantaranya adalah, teh, kopi, cake mouse, kueku, nagasari, kacang, semar mendem, dan curry puff alias pastel. Emmm saya mencoba kopi, cake mouse, semar mendem, dan curry puff (sarapannya banyak juga ya), semuanya enak. Kalau untuk menu yang lain saya belum sempat mengicipi karena terbatasnya waktu sehingga harus segera memasuki ruang meeting di Adipati Meeting Room lantai 5 Hotel Sheraton Yogyakarta.

Nah singkat cerita, setelah meeting selesei kami makan siang di lantai 1, eh sebentar saya ulas tentang arsitektur di Hotel Sheraton ini sedikit ya. Bangunannya sangat agung dan megah, dan begitu kita di lobby jangan harap itu ground floor, itu adalah di lantai 7, di sini uniknya, kalau biasanya di hotel lain lobby itu di ground floor. Sedangkan kalau kita mau ke kamar atau ke meeting room kita harus turun menggunakan lift. Interior dan eksteriornya sangat berkelas dan jujur saya akui, ini baru pertama kalinya saya ke Hotel Sheraton ini (biasanya saya mah kelas hotel backpaker aja udah seneng).

Menuju ke buffet makan siang, hmm yang menjadi menu favorit saya dan buah favorit saya ada di sana, yup semangka. Tanpa tedeng aling-aling saya langsung makan siang kemudian dilanjut dengan menu makanan pencuci mulutnya semangka. Oh sungguh enak sekali semangka yang disediakan oleh Hotel Sheraton ini, ada semangka merah dan semangka kuning, semuanya fresh, se-fresh senyum mbak2 dan mas2 yang jaga di ruangan tersebut haha. 
 
Pokoknya pengalaman di Hotel Sheraton seru banget, makanannya enak2 (gratis lagi), semoga next time diundang ke hotel ini lagi.


Rabu, 29 Juli 2015

Kuda-Kudaan Plastik, Teman Bermain Anak

Salam,
Agak gak nyambung mungkin ya dengan tema blog ini yang membahas tentang traveling, tapi gakpapa deh karena siapa tau bermanfaat juga. Berkisah tentang liburannya Melinda (Maheza Nurcahyo) ke daerah Banyumasan, di sana dia mempunyai anak angkat yang masih balita dan sangat lucu sekali. Yang membuat saya tertarik adalah mainan berupa kuda-kudaan plastik yang mungkin bagi beberapa orangtua yang memiliki balita masa kini adalah biasa saja. Ya maklumlah bloggernya kan belum punya anak jadi gak tau perkembangan mainan anak jaman sekarang ya kaaan.

Jaman dahulu kala (halah), maksudnya jaman saya masih kecil (saya tinggal di desa, tegalan sih lebih tepatnya) belum ada mainan seperti ini, atau mungkin yang menyerupai seperti ini sebelumnya. Kalau ingin main kuda-kudaan ya ayah saya yang jadi kudanya kemudian saya dan adik saya naik ke punggung ayah saya kemudian ayah saya akan berlari-lari layaknya kuda yang sedang dipacu keliling ruangan. Jadi kalau ada mainan seperti ini saya jadi teringat ayah saya yang merelakan punggungnya untuk dinaikki anak-anaknya dalam arti sebenarnya, tidak hanya sebagai tulang punggung saja.

Begitulah rupa kuda-kudaan imut yang saya temukan, walaupun mungkin kuda ini gak bisa keliling ruangan (gak mungkin jalan sendiri kan ya) namun setidaknya bisa dinaiki dan menggantikan punggung ayah yang sedang bekerja sehingga tidak bisa menemani anaknya bermain. Selain mainan ini belum ada hal lain yang menarik yang saya temukan, karena ternyata anak-anak jaman sekarang selain jago bermain juga jago selfi dan utak-utik gadget. Ini yang kadang mebuat saya khawatir, ditakutkan anak-anak generasi penerus kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar namun malah banyak memusatkan perhatian pada gadget mereka.

Banyak permainan anak-anak kuno yang sarat akan makna filosofis, lagu-lagu yang maknanya sangat dalam namun dibawakan dengan ceria dan jenaka seperti yang diajarkan Sunan Kalijaga, sudah jarang sekali anak-anak kecil jaman sekarang yang tau. Padahal seharusnya kita lestarikan bukan? Pengalaman menonton salah satu show di Singapore, Song of the Sea, percakapan mereka dalam bahasa Inggris, namun salah satu lagu yang dinyanyikan adalah Anak Kambing Saya, bukankah itu lagu daerah kita? Mari kita renungkan bersama, selain mengikuti perkembangan jaman, kita harus ajarkan juga nilai-nilai moral untuk mencintai dan melestarikan budaya kita.

Selasa, 28 Juli 2015

Prosesi Pernikahan Adat Jawa, Midodareni


Selamat siang visitors lama tidak berjumpa, mohon maaf beberapa minggu ini vakum karena sibuk libur lebaran haha. Nah untuk pembahasan kita pada sesi kali ini adalah tentang pelajaran yang bisa kita ambil pada saat traveling, salah satunya adalah kebudayaan atau adat istiadat kearifan lokal. Berhubung setelah lebaran biasanya banyak sekali yang mantu, kita bahas tentang prosesi pernikahan ya. Pernikahan adat memang sangat menarik untuk disaksikan, apalagi bila yang ngunduh mantu itu adalah Raja, biasa kita sebut Royal Wedding dan menyedot perhatian publik dari berbagai kalangan bahkan turis mancanegara.

Tapi untuk kali ini saya tidak membahas tentang pernikahan Royal Wedding, yang akan saya bahas adalah tentang prosesi pernikahan adat yang sakral dan sarat dengan unsur seni yang filosofis. Berhubung saya orang Jogja jadi saya akan membahas tentang prosesi pernikahan adat Jogja, diantaranya adalah: nontoni, upacara lamaran, upacara tarub, nyantri, siraman, midodareni, langkahan (apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum menikah), ijab, dan panggih.

Sayangnya sampai dengan tulisan ini diturunkan bloggernya (saya) sendiri juga belum menikah, jadi saya akan membahas sebisa saya ya. Berbekal ilmu kepemudaan di organisasi Permadi dusun Jaban Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta, saya sering sekali membantu tetangga yang mengadakan hajatan mantu (biasanya kami rewang dan nyinom). Dari kegiatan tersebut saya belajar tentang prosesi pernikahan adat Jawa, yang paling membuat saya tertarik adalah prosesi Midodareni.

Midodareni berasal dari kata dasar widodari (Jawa) yang berarti bidadari yaitu putri dari surga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasihat serta doa-doa dan harapan yang disimboliskan dengan:
  • Sepasang kembar mayang (dipasang di kamar pengantin)
  • Sepasang periuk yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup periuk tadi
  • Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur
  • Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi
  
Seperti ini suasana Midodareni (foto by: Maheza & Indra)
 
Sepertinya sekian dulu yang bisa saya tulis karena memang ilmu yang saya miliki baru sedikit dan belum berpengalaman. Esok kemudian hari apabila saya sudah Midodareni akan saya bagi lagi ilmu yang saya miliki. Tulisan kali ini saya dedikasikan untuk Mba Rheni Fitriani Rorah (teman sekamar saya selama 7 bulan) yang sebentar lagi akan menempuh hidup baru, semoga langgeng dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, Amin.

Minggu, 04 Agustus 2013

Start my journey from the Beginning



Hi guys, thanks for visiting my page, this blog is all about my journey around places that I have visited. First of all let me introduce my self, my name is Rika Nofiani and you are can call me Rika. I love travelling, especially at Yogyakarta one of special district at Indonesia, a lot of tourism places available to visit there. Yogyakarta known as tourism city, student city, culture city, and Gudeg city, Gudeg is traditional food that really famous there.