Tampilkan postingan dengan label jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jogja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2016

Fly With Airasia

Good morning Buddies, how was your weekend? Weekend aku kemaren aku habiskan dengan meet up sama temenku yang baru pulang dari Kuala Lumpur, dan seperti bisa ditebak ya I miss there to pieces, I miss million zillion things from there. Jadi inget waktu pertama kali ke Kuala Lumpur, kata orang pengalaman pertama itu yang biasanya gak akan pernah terlupakan. Yups 20 Juni 2012 pengalaman pertamaku naik pesawat, jangan kaget aku kan orang desa, gak pernah pergi jauh, jauh dalam arti menyeberang lautan haha karena biasanya cuma touring-touring ala backpacking dan bikepacking dari kota ke kota yang ada di Jawa dan Bali, jadi belom pernah naik pesawat. Pertama kali naik pesawat sekaligus pertama kali keluar negeri, ke negara tetangga kita Malaysia dengan kota tujuan Kuala Lumpur.

Bersama rombongan, ng... bukan rombongan juga sih orang kita itu cuma tujuh orang, mmm... bersama teman-teman gitu aja kali ya nyebutnya kita berangkat dari Yogyakarta. Menikmati penerbangan pertama dengan deg-degan dan seneng banget pertama kali naik pesawat sambil ketawa-ketiwi mengikuti prosedur-prosedur penerbangan. Melihat awan-awan deket sama kita, trus melihat pemandangan di bawah sambil melihat kakak-kakak pramugari pramugara yang ramah-ramah. Singkat cerita pengalaman yang indah itu harus terhenti, karena kita harus landing, ya iyalah kan udah nyampe di LCCT. Kalau sekarang Airsia landingnya di KLIA.

Nah sejak saat itu tiap kali mau liburan atau ada kerjaan mendadak aku selalu go to www.airasia.com, kenapa? Haha duh ya karena Airsia ini emang murah banget dan promonya banyak banget, beberapa kali ke Malaysia dan Singapore aku selalu terbang dengan Airsia (jadi kayak marketingnya Airasia). Pengalaman dari history terbang aku dengan Airsia belom pernah delay dan selalu tiba tepat waktu, tapi pernah juga dimajuin jadwal terbangnya, aku malah seneng jadi bisa tiba di tempat tujuan lebih awal hahaha. Yang lebih menyenangkan lagi di Airasia dengan tagline-nya Now Everyone Can Fly, kita bisa mendapatkan teman duduk dari berbagai kalangan dengan cerita mereka masing-masing dan tujuan mereka mengunjungi kota destinasi dengan alasan yang berbeda-beda.

Harapan aku semoga maskapai yang dipimpin oleh Tony Fernandes ini semakin merakyat dan tambah banyak promonya. Kru yang ada di pesawat dan di luar pesawat tambah ramah-ramah dan berkompeten di bidangnya masing-masing sehingga meminimalisir adanya kendala-kendala penerbangan. Pokoknya I'm happy flying with Airsia, always. Keep up the good work, thank you so much.

Selasa, 01 Desember 2015

Pawai Pembangunan DIY 2015

Hei hei hei, apa kabar semua? Haha akhirnya setelah earl monthly syndrome alias nglembur awal bulan yang kerjaannya segambreng, mulai dari pembuatan laporan bulanan sampe invoicing sudah tuntas (anggep aja sudah ya, huhu). Nah sekarang saatnya untuk berbagi cerita nih buat teman-teman semua, ng... aku lagi pengen bahas tentan acara-acara yang ada di Jogja ya, semoga kalian gak pernah bosan buat membacanya. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 22 Agustus 2015 di pusat kota Yogyakarta diadakan Pawai Pembangunan DIY 2015 yang merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70.

Awal mulanya sih aku gak tahu kalau ada acara pawai pada saat itu, cuman nih, temenku yang hitz banget yang kerjaannya selalu mengupdate informasi kekinian, yang tak lain dan tak bukan adalah Kurniawan Bakhrul Saputra alias Arul itu tiba-tiba saja mengajak untuk melihat pawai, dan tahukah kalian dia ngasih tahunya jam berapa? Jam 2 siang, padahal acara pawainya sendiri dimulai pada jam 3 sore, bagi yang belum tahu, sekedar informasi saja kalau rumahku itu di daerah Sleman jadi paling enggak menempuh waktu setengah jam buat ke pusat kota, dan karena itu weekend dan aku gak kemana-mana (gak ada yang ngajak, hiks) jadi dari pagi aku emang belum mandi (eh), nah kebayang kan aku buru-burunya gimana haha.

Seperti acara-acara pawai sebelumnya, saat acara berlangsung pasti sejumlah ruas menuju Jl. Malioboro akan ditutup. Jadi kita parkir di Stasiun Tugu, berjalan kaki sepanjang Jl. Malioboro untuk menyaksikan pawai tersebut. Sekitar ada 4.200 orang peserta yang terbagi dalam 52 kelompok mengikuti pawai ini, membawa nama dari daerah atau instansinya masing-masing. Dibagi menjadi 3 kontingen, seperti biasa untuk kontingen pertama pasti diisi oleh pasukan bergodo dan marching band. Kloter kedua diisi atranski seni budaya yang diikuti oleh seniman-seniman dari masing-masing kabupaten yang ada di Yogyakarta. Nah dan yang paling menarik adalah kontingen ketiga yang dimeriahkan oleh kendaraan hias dan kuno.

Di kontingen ketiga ada kelompok dari PT. Kereta Api Indonesia, Kebun Binatang Gembira Loka membawa serta beberapa binatangnya, persatuan sepeda onthel Yogyakarta (ada Mas Desi yang jualan slondhok, membawa serta kerombong slondhoknya), mobil-mobil kuno, dan yang bikin aku tertawa geli ada kelompok anak-anak kecil yang naik sepatu roda, nah mereka itu gak bisa ngerem, malah jatuh saling tindih satu sama lain haha, cool kids. Gimana seru kan? Pokoknya kalau ngomongin Jogja gak akan jauh-jauh dari budaya yang akan tetap lestari dan orang-orang kreatif di dalamnya.

Salam

Minggu, 15 November 2015

Karnaval Jaban Kampung Kreatif

Hellow, start the weekday yeah its Monday. Masih ingin membicarakan tentang kampungku ya, kampung tempat aku dilahirkan dan dibesarkan yang terkadang harus aku tinggalkan karena tugas negara. Ada yang unik dalam perayaan Tujuh Belas Agustus tahun ini di kampungku, yaitu diadakannya Karnaval yang bahkan langsung diliput oleh reporter TVRI Yogyakarta. Seingat aku, semenjak aku lahir sampai segede ini, ini baru pertama kalinya kampungku mengadakan Karnaval. Biasanya hanya diadakan lomba untuk berbagai kategori, kemudian disusul dengan malam tirakatan dan pentas seni, sekaligus pembagian hadiah lomba dan pemutaran film dokumenter.

Disambut antusias oleh berbagai kalangan atas ide Karnaval ini, seluruh masyarakat berlomba-lomba mengenakan busana adiguna masterpiece mereka sesuai dengan tema-tema yang sudah diusung masing-masing kelompok. Dimulai dari busana Gedrug yang dibawakan oleh pemuda-pemuda kampung Jaban, kemudian aneka busana dari berbagai daerah yang diperankan oleh bapak-bapak, ada juga yang berpakaian dengan peran mereka dalam pentas seni Sronthol. Nah untuk ibu-ibu mayoritas mereka mengenakan pakaian kebaya kuno, berjarit, menggendong tenggok, dan mengenakan caping. Anak-anak kecil juga tidak mau ketinggalan, mereka mengenakan kostum tari, kostum jathilan, membawa serta gamelannya.

Nah buat yang pemuda nih, khususnya aku juga ya, kan masih muda haha, kami mengusung tema pelajar dan profesi. Sesuai dengan karakter dan peran kami dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai pelajar dan juga pekerja. Beberapa mengenakan pakaian seragam sekolah lama, ada yang dibela-belain pinjem juga, ada yang berbusana dokter, suster, guru, fotografer. Dan aku cukup bahagia dengan diriku sendiri menjadi seorang accounting, ya walaupun pada akhirnya setelah aku muter-muter di depan kaca malah kelihatan kayak sales obat sih wkwkwkw. Kesalahan aku pada waktu itu adalah, aku mengenakan sepatu high heels sehingga kaki lecet semuanya.

 
Setelah selesei Karnaval mengelilingi kampung-kampung disekitar Jaban, kami berkumpul kembali di Lapangan SD Dayuharjo untuk melaksanakan Upacara Penurunan Bendera yang dipimpin oleh Bapak Camat Ngaglik. Dalam pidato Beliau itulah akhirnya kampung kami diresmikan menjadi Jaban Kampung Kreatif, whoaaa tepuk tangan donk. Itu adalah awal mulanya, nah mulai saat itulah kami, para pemuda dan pemudi ditantang untuk selalu memberikan ide-ide kreatif untuk kemajuan Jaban. Sangat menyenangkan bukan tinggal di desa?

Senin, 02 November 2015

Memanjakan Mata di Pantai Ngrenehan

Yuhuuu selamat siang, di mana matahari menyinari dengan terang dan panasnya. Nah gak salah lagi nih kayaknya kalau kita bahas seputar wisata air ya mumpung cuaca yang masih kering kerontang belum hujan juga. Yewww mari kita menuju ke pesisir Gunung Kidul Yogyakarta yang sudah terkenal akan keindahan pantainya. Yup Buddies mari aku perkenalkan dengan pantai Ngrenehan, salah satu Pantai yang terdapat di kawasan Pantai Gunung Sewu. Yang keren dari pantai ini adalah kita bisa melihat aktivitas nelayan dan disepanjang bibir pantai terdapat perahu-perahu mereka, tidak seperti di pantai Gunung Kidul yang lain.

Berjarak sekitar 60 km dari kota Yogyakarta, atau sekitar 30 km dari kota Wonosari, akses untuk menuju pantai ini sangatlah mudah. Dari kota Wonosari kita tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Baron, nah nanti kita akan menemukan petunjuk arah menuju Pantai Ngrenehan, Ngobaran, Nguyahan. Sayangnya memang kalau ingin langsung ke pantai ini harus menggunakan kendaraan pribadi, tapi jangan khawatir, gak mungkin nyasar ko karena jalan yang dilewati adalah jalan utama. Harga tiketnya sendiri (pada waktu aku ke sana) 10 ribu rupiah, bisa dibeli di TPR, jadi selain menuju pantai Ngrenehan kita juga bisa mengunjungi pantai-pantai yang lain yang ada di kawasan Gunung Sewu.

Secara administratif pantai ini beralamat di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Begitu sampai di sana jangan kaget ya, kalian bakal disambut oleh langit biru cerah, pasir putih, air laut turquoise beserta ombaknya, deretan batu karang nan artistik, dan berjajar di sepanjang pantai perahu nelayan, ocean is calling. Bikin kita gak sabar untuk segera nyemplung dan bermain-main air bersama sahabat, pasir di pantai ini sangat lembut, kalau ombaknya waktu aku datang tidak terlalu besar jadi cocok banget buat main air. Selesai mandi-mandi, lidah kalian juga bakal dimanjakan kuliner di sekitar pantai yang disediakan oleh penjual-penjual di sana, tapi bayar lho ya.

 
Nah apabila masih ingin melanjutkan perjalanan menuju pantai yang lain kalian bisa menuju ke Pantai Ngobaran atau Pantai Nguyahan yang lokasinya dekat dengan Pantai Ngrenehan ini, di mana setiap pantainya menawarkan keindahan dan cerita tersendiri. Jangan lupa beli oleh-oleh seafood buat keluarga yang di rumah karena ada pelelangan ikan di sana, fresh from the ocean. Gimana? Seru banget kan? Buat yang udah gak sabar pengen ke sana silahkan langsung gas motor atau mobilnya. Buat yang pengen mandi-mandi dan takut hitam aku sarankan jangan lupa pakai sunblock, yang waterproof ya haha

Senin, 12 Oktober 2015

Dixie Easy Dining, Tempat Nongkrong Asik

Selamat hari Senin, duh udah lama banget ya gak nulis lagi jadi kangen, soalnya kemaren sibuk awal bulan. Emm udah pada jalan-jalan ke mana aja kalian? Review terakhir kemaren tentang wisata belanja ya, baiklah sekarang kita bahas wisata kuliner lagi, hayo pasti pada demen kan. Ini nih aku perkenalkan tempat yang cocok buat nongkrong asik bareng temen-temen kamu, lokasinya di Jl. Gejayan No. 40B, Dixie Easy Dining. Saran aku sih, kalian dateng sore jam 5an gitu, terus cari tempatnya di lantai 2 yang smoking area, hmm nanti bakalan bisa melihat langit sore yang indah lho. Buat yang muslim jangan khawatir mepet sama sholat maghrib, karena kalian bisa sholat di mushola.

Begitu memasuki tempat ini kalian pasti bakalan langsung betah, interiornya bagus banget dan bikin nyaman. Cocok untuk bersantai ria bersama keluarga, sahabat, teman kantor, atau sekedar untuk menggalau sendiri (halah). Nah kalau udah masuk, terus pilih tempat duduk, trus duduk, lalu apa yang akan kita lakukan? Menyapu? Oh tidak, tidak, tidak, bukan itu jawabannya, selanjutnya adalah kita memesan makanan dan minumannya. Buat yang baru pertama kali datang ke sini bakal membutuhkan waktu lama untuk menentukan pilihan mau pesan apa, trust me, menunya banyak banget dan beragam semuanya juga kelihatan enak banget, mulai dari menu western kayak aneka macam pasta, steak, ravioli, ah banyak deh sampe lupa, ada juga menu nusantara ada soto, ayam taliwang, dan masih banyak lagi, eh ada juga lho menu orientalnya, belum lagi ditambah menu dessert dan appetizer yang juga bakal bikin bingung menentukan pilihan.

Nah menu favorit aku di sini adalah mac n cheese, jadi itu baked pasta yang disajikan pake kuali (hah) ah maksudnya gerabah haha. Trus sensasi kejunya itu, hmmm perfecto suka banget deh pokoknya, buat yang makannya dikit kayak aku lebih baik jangan pesen yang large biar gak mubazir. Lanjut ke minuman, kalau favorit aku adalah kopi wedang susu, jadi perpaduan anatara kopi, wedang, dan juga susu, disajikan hangat, makin menambah hangat suasana.

Ada lagi satu menu, tapi aku lupa namanya, penampakannya kayak gambar di bawah ini, kayak fish and chips gitu. Baru sekali sih pesen dan rasanya endul banget alias endes alias enak, dagingnya juicy itu yang aku suka, pokoknya recommended.

Biar kalian gak tambah penasaran silahkan langsung nyobain ke sana, tapi jangan kecewa ya kalau misal nunggu makanannya lama, kan pelanggannya banyak, jadi harap sabar.

Minggu, 27 September 2015

Sakola, Tempat Belanja Fashion Paling Hits di Jogja

Hai hai selamat pagi, maaf ya lama gak nge-post sibuk banget baru pulang dari Bogor nih habis acara sama Kominfo. Postingan kali ini mari kita bahas tentang wisata belanja terutama nih buat cewek-cewek yang gak mau ketinggalan mode kekinian. Jika kamu tinggal di Jogja atau pernah ke Jogja atau mungkin akan ke Jogja, mari aku perkenalkan dengan factory outlet paling hits di kalangan anak muda, namanya Sakola. Tempat ini sudah sangat terkenal karena selain harganya yang murah, kualitasnya yang gak kalah dengan butik-butik yang harganya lebih mahal, juga karena produk-produknya yang selalu mengikuti perkembangan trend, jadi gak salah deh kalau kalian mampir sebentar ke sini.

Berlokasi di daerah Wirobrajan tepatnya Jl. Kapten Piere Tendean No. 47 Yogyakarta lokasinya tepat di pinggir jalan sehingga sangat mudah ditemukan. Buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para pemburu fashion dari semua kalangan. Bahkan pernah sekali waktu mau lebaran Idul Fitri kemarin aku ke sana sampai gak kebagian tempat parkir dan harus parkir di belakang. Padahal waktu itu aku dateng baru jam 9 pagi, sudah kebayang kan gimana kondanganya ini tempat di kalangan warga Jogja.

Tempat ini areanya cukup luas dan menyediakan beraneka ragam model baju dari yang santai, formal, sampai gamis, ah pokoknya lengkap deh aku sendiri gak bisa hafal (sapa yang nyuruh ngapalin). Selain baju ada juga beraneka aksesoris, sepatu, tas yang bisa kita temukan di Sakola Selatan. Kalau masuk ke sana sempatkan untuk melihat satu per satu produknya, dan aku pastikan kalian bakal bingung mau pilih yang mana. Ya karena memang bagus-bagus dan harganya murah-murah, harga mahasiswa banget dah pokoknya. Pernah juga aku ke sana ada yang beli sampe habis jutaan dengan ratusan item, kayaknya sih mau dijual lagi di tempat asalnya dia.
Nah itu tadi sedikit ulasan tentang Sakola, jadi kalau kamu mau ke Jogja dan gak bawa baju yang cukup, jangan khawatir beli di sana aja. Kalau pengen tahu lebih detailnya silahkan kalian langsung aja mengunjungi tempat ini sambil jalan-jalan sama temen-temen ya kan dan siap-siap untuk ketagihan buat dateng lagi dan menjadi Sakola Lovers. Buat kalian yang lokasinya jauh aku gak tahu sih Sakola punya online shop atau enggak, mungkin bisa ditanyakan langsung ke media sosialnya aja kali ya. Okay sekian dari aku see ya in next post.

Kamis, 10 September 2015

Pantai Sundak dan Surau Indah di sana

Semangat jalan-jalan travelers, okay lets talk about beach my favorite spot to going some vacation. Pantai yang sudah terkenal di Yogyakarta adalah deretan pantai di Kabupaten Gunung Kidul, nah salah satu yang akan kita bahas adalah Pantai Sundak. Sudah dua kali saya mengunjungi pantai tersebut, yang pertama adalah saat saya masih duduk di bangku kuliah bersama teman-teman kampus. Baru-baru ini saya mengunjungi pantai itu lagi bersama adik saya dan di sana saya bertemu dengan saudara saya yang ternyata sedang "mengintai". Ah sudahlah mari kita lupakan urusan orang lain hahaha.

Pantai Sundak tidak terlalu besar namun untuk sekarang penataan pantainya sudah bagus dan banyak warung-warung yang sudah menyediakan gubuk. Pantai yang indah ini mempunyai pasir yang putih dan batu-batu karang yang besar, beberapa di antaranya sudah cekung dan menampung air laut yang saat pasang sampai di bibir pantai hingga mirip mata air, kalau dalam bahasa Jawa disebut mbelik. Selain duduk di gubuk sambil menikmati kelapa muda, kita juga bisa menyewa tikar dan duduk lesehan di bawah rindangnya pohon-pohon di sekitar pantai sambil menikmati aneka olahan laut yang dijajakan oleh penjual di sana atau bisa juga bawa bekal dari rumah (biar irit).

Based on sejarah nama Sundak sendiri berasal dari asu (anjing) dan landak, diceritakan pada jaman dahulu keduanya terlibat dalam pertarungan dan dimenangkan oleh asu (anjing). Tiket masuk untuk pantai ini sangat murah bisa dibeli di TPR seharga sepuluh ribu rupiah bisa menikmati seluruh pantai di sepanjang pesisir Gunung Kidul. Pesan saya, karena batu karang di pantai ini cukup besar, harap berhati-hati apabila sedang berada di bawahnya. Ditakutkan karangnya sudah terabrasi sehingga bisa menyebabkan roboh seperti pada kasus Pantai Sadranan beberapa bulan yang lalu sehingga memakan korban jiwa.
 
 
Selain pantainya yang membuat saya tertarik adalah mushola yang ada di dekat pantai tersebut, bergaya Jawa klasik dengan bentuk joglo. Tidak seperti di pantai lain, mushola di pantai ini sangat bersih sehingga sangat nyaman ketika kita akan melaksanakan sholat di sana. Selain itu entah kenapa hanya di mushola ini airnya segar dan tawar, benar-benar sejuk. Begitu memasuki mushola ini akan sangat terasa tempat tersebut dipenuhi dengan doa dan nilai-nilai kesenia Jawa yang kental melekat pada arsitekturnya.

Salam

Minggu, 04 Agustus 2013

Start my journey from the Beginning



Hi guys, thanks for visiting my page, this blog is all about my journey around places that I have visited. First of all let me introduce my self, my name is Rika Nofiani and you are can call me Rika. I love travelling, especially at Yogyakarta one of special district at Indonesia, a lot of tourism places available to visit there. Yogyakarta known as tourism city, student city, culture city, and Gudeg city, Gudeg is traditional food that really famous there.