Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

My Bolang Team

Wohooo postingan pertama di tahun 2016, how was your holiday Buddies? Haha kalau aku jangan ditanya yah soalnya dari tanggal 30 Desember 2015 sampe 2 Januari 2016 lembur terus, tugas negara di akhir tahun jadi ya gak sempet buat liburan. Okay sebelum-sebelumnya kan kalian tahunya my travel buddy itu kalo gak sama adekku ya sama Arul, nah selain mereka ada lagi lho kalo yang ini travel buddies soalnya jamaahnya banyak haha. Kita menyebutnya "Bolang", terinspirasi dari acara anak-anak yang ada di Trans7, kita adalah sekumpulan orang-orang yang doyan traveling. Dipertemukan oleh nasib dan dipersatukan oleh takdir saat kami sama-sama mengabdi di salah satu provider telekomusikasi di Indonesia.

Biar hits kayak netizen-netizen yang lain di penghujung tahun 2015 membuat #2015bestnine, aku juga sih, dan Bolang menduduki best moment keempat dalam #2015bestnine-ku. Karena seringnya kalau mau curhat tentang keresahan kerjaan atau asmara (halah) sama mereka sih, ya walaupun sekarang udah mencar-mencar tapi tetep keeping in touch with 'em. Baiklah tak perlu berpanjang kata, lemme introduce them all:

1. Rika Nofiani: kalau ini sih pasti udah pada kenal lah ya, kan yang empunya ini blog haha, ini anggota yang menurut aku paling amatir diantara yang lain sih, kebanyakan ngebolang cuma ngikut temen-temennya doank biar dikira hits trus nyampe tempatnya malah sibuk selfi, ah pokoknya mah merepotkanlah gak beda jauh sama hama kekinian jaman sekarang.

2. Ganies: punya panggilan kesayangan Bibik, pasti pada tahu kan ya film The Return of Condor Heroes atau Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali, tahu kan? ah kalian pasti tahu itu kan hits banget jaman dulu. Karena orangnya pembawaannya kalem dan menenangkan mirip Bibik Siauw Lionglie makanya dipanggil Bibik. Anggota Bolang yang satu ini sekarang jadi penduduk Semarang.

3. Adding: kalau yang ini ng...dilihat secara fisik sih yang paling gagah ya diantara yang lain, dulu aku pernah sama dia kondangan ke Purwodadi. Kita motoran PP Jogja-Purwodadi, aku dibonceng dia dengan kondisi jalan yang memang sangat memprihatinkan itu sampe-sampe berasa terbang kalo gak pegangan, pas mau sholat maghrib di Sangiran aja aku kesulitan mau turun dari motor saking pegel badannya.

4. Aniq: kami memanggilnya simbah, bagaimana ceritanya sampe bisa dipanggil simbah? Sedikit panjang sih ceritanya, makanya besok aja kalo penasaran kita ketemuan aku ceritain asal muasalnya. Terlibat dalam mbolang dadakan ke Solo beberapa waktu yang lalu orang ini cocok disebut Nekad Traveler, tanpa ada rencana tiba-tiba aja aku terjebak niatnya menggelandang di Solo huft.

5. Riris: lha ini sebelas duabelas lah sama mbah Aniq, dia ini nih pemrakarsa insiden ngglandang di Solo beberapa waktu yang lalu. Ini orang kebalikannya dari aku, kalau aku amatir dia ini yang paling expert kalau masalah jalan-jalan diantara yang lain. Kalau udah niat dia mah gunung didaki, lautan diseberangin, tapi ko gak mau nyeberangin laut Jawa ya biar bisa ketemu aku di Jogja.

6. Retno: kalau anggota Bolang yang ini stay nya di Jakarta, beberapa bulan yang lalu pas meeting Kominfo di Bogor aku sempet mampir ke kosnya dia. Trus diajak jalan-jalan eh motor-motoran keliling Jakarta, diajakin jajan, belanja oleh-oleh, jalan-jalan ke mall, haha aku malah berasa jadi adeknya yang lagi dimong sama kakanya.

7. Ribut: satu-satunya anggota Bolang yang sudah melepas masa lajang, diam-diam ternyata diantara yang lain dia yang sudah memikirkan how to settling down, haha aku juga pengen sih But tapi...ah ya sudahlah pokoknya ikut seneng dan kalo pas ada waktu aku diajak nongkrong lagi ya, ngopi-ngopi lagi ya, gossip cantik lagi ya.

8. Rionald: panggilannya Batak, salah satu anggota Bolang yang cowok, meski kelihatannya ini orangnya sombong, cuek, dan ngeselin, tapi ternyata orangnya baik banget lho, hati-hati deh buat cewek-cewek atau tante-tante pasti banyak yang jatuh hati. Pernah ya motorku mogok di Tugu Kasongan, ini orang dateng kayak Superman gitu dorong motorku dan pasti kakinya gempor banget itu, tapi untungnya dia gak ngeluh, kalo moment itu bisa direplay ntar aku puterin lagunya Charlie Puth yang One Call Away buat backsoundnya.

9. Parjo: ini anggota Bolang yang cowok juga, sayangnya dia jarang kumpul sama anak-anak Bolang yang gaul, gak tau tuh dia sibuk ngapain, kayaknya sih ngitungin duit negara gak kelar-kelar makanya dia jarang ngumpul sama kita. Tapi secara teritory, teritory anggota Bolang yang stay di Jogja lho maksudku, dia emang yang paling jauh sih.

10. Fina: yang ini anggota Bolang yang paling syantik, punya adek yang gantengnya kayak artis Thailand Chantavit Dhanasevi. Orangnya suka makan segala makanan yang pedas, jadi jangan kaget ya kalau nginep di rumahnya trus kita masak-masak alias Pajamas Party alakadarnya, pasti dah masakannya pedessss banget, siap-siap deh bawa minum yang banyak

Nah itu tadi anggota Bolang yang masih tersisa, yang lainnya sebenarnya masih ada tapi udah lost contact, mungkin saking sibuknya kali ya.

Ki-ka: Fina, Aniq, aku, Batak, Adding

Minggu, 13 Desember 2015

My Bikepacking

Hello fellas, postingan kali ini menyambung dengan postingan beberapa waktu yang lalu ya (Transportation Along The Road). Soalnya banyak yang nanya nih kayak, "Rika beneran kalau jalan-jalan sukanya naik motor?", "Rika serius Jogja-Purwodadi naik motor?", "Rika motornya apa?", "Rika biasanya bensin habis berapa?". Haha iya kalau traveling mengunjungi tempat-tempat selama bisa dijangkau dengan motor aku selalu naik motor alias bikepacking. Banyak teman-teman di sekitarku yang sering touring mengendarai motor, jadi bikepacking bukan hal baru buat aku. Selain mudah dan murah kita jadi bisa blusukan ke tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau mobil atau transportasi publik.

Aktivitas bikepacking sangat seru dan asik, kita mengeksplorasi alam dan kearifan lokal ditemani sahabat karib, motor kita sendiri. Tempat-tempat yang indah dan masih perawan, masih belum banyak terjamah moda transportasi publik, jadi bikepacking merupakan solusi untuk menuju ke tempat tersebut. Selain itu menyenangkan kalau bikepacking adalah tidak terpaut pada jadwal, kita bisa menetukan kapan akan berangkat, kapan akan istirahat, dan kapan akan pulang. Walaupun sangat mudah dan sederhana dengan syarat punya motor, tapi jangan lupa lengkapi surat-suratnya yah seperti SIM C dan STNK. Tapi kalau gak punya motor bisa juga kok nebeng sama temen ntar kamu yang bagian beli bensin sebagai tanda terimakasih gitu.

Sebelum berangkat pastikan motor dalam keadaan prima, bisa diservis dulu ke bengkel, dicek olinya, cek bannya, cek rem, lampu, bensin, pokoknya harus make sure semuanya aman. Haha padahal aku tuh awam banget kalau masalah motor, jadi secara berkala pasti aku servis ke bengkel resmi untuk memastikan semuanya ok. Motorku adalah Yamaha Mio J keluaran tahun 2013, sudah 2 tahunan ini dia selalu menemani kemanapun aku pergi. Alasan kenapa aku memilih Mio J adalah, gak pernah rewel atau macet walau diajak keluar kota, bensinnya irit banget biasanya Jogja-Solo Baru cuma habis bensin 20 ribu rupiah, lewat jalan yang meliuk-liuk kayak ke Dlingo Bantul, Gunung Kidul atau ke Kulon Progo dia ayo aja.


Haha duh aku udah kayak SPG motor aja ya, tapi yang emang nyaman banget sih sama si Mio J ini walaupun penampilannya cewek banget tapi dia tangguh. Pesan buat kalian yang tertarik buat bikepacking jangan lupa make sure kendaraan aman, pelajari rute yang akan ditempuh, patuhi peraturan lalu lintas, hormati orang-orang yang ada di daerah tersebut, jangan ugal-ugalan, cintailah lingkungan dan cintailah motor yang selalu membawa kita ke tempat-tempat istimewa.

Salam

Jumat, 04 September 2015

Where's Next?

Hai hai, selamat menyambut weekend kembali, hari ini aku gak akan membahas tentang pekerjaan lagi deh. Ummm lagi pengen review kembali seputar perjalananku, mungkin ada banyak yang belum aku tulis, nah kalau misal mau kepo udah kemana aja bisa check di instagram atau facebookku ya. Sebenarnya aku tuh traveler pemula, awalnya aku adalah anak rumahan yang kalau libur cuma nonton film atau tiduran. Berawal sejak tahun 2012 di mana aku harus hijrah ke kota yang mempunyai menara kembar, yups Kuala Lumpur, di sana aku bertemu dengan teman-teman yang setiap libur pasti ngajak jalan-jalan. Nah begitu kembali ke Indonesia, eh aku ketemu sama temen yang doyan meracuni aku jalan-jalan juga. Alhasil sudah beberapa negara dan propinsi di Indonesia ini yang sudah kami kunjungi bersama.


Untuk tahun 2015 sampai dengan bulan Agustus aku udah mengunjungi 7 propinsi di Indonesia. Memang tidak mudah untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut jadi kira-kira setiap bulan jatahnya satu kali keluar kota gitu kali ya haha, dan harus bisa ambil cuti juga? Eits tunggu dulu, sama sekali tidak, aku gak ngambil cuti karena liburnya kan 2 hari weekend jadi bisa dimanfaatkan untuk keluar kota donk. Yang menjadi masalah bukan lagi waktu yang terbatas, tapi dana yang terbatas, gak munafik guys jalan-jalan butuh modal juga. Banyak temen-temen aku yang gak mau diajak jalan-jalan karena memang pengen beli ini atau beli itu, yah kalau itu sih tergantung sama selera masing-masing kan ya. Tergantung kita ingin meprioritaskan yang mana.

Namun untuk jalan-jalan keluar negeri sampai dengan saat ini aku belom beli tiket lagi, belajar dari pengalaman waktu 2013 kemaren ke Singapore pas dollar lagi tinggi-tingginya, nah sekarang juga dollar lagi bikin kalkulator semua insan keuangan nge-hank. Jadi lebih baik aku kalem dulu aja lah ya, jalan-jalannya ke area Daerah Istimewa Yogyakarta dulu aja, lha wong belom katam juga ko dengan tempat wisata di kota sendiri, harus lebih banyak digali lagi donk.

Yah semoga saja dollar segera bersahabat sehingga bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan nyaman dan keuangan di Indonesia semakain stabil, perekonomian juga bisa tumbuh. Sebenernya pengen banget jalan-jalan ke Turki, tapi ya walaupun bisa beli tiket, ntar di sana aku makan apa donk kalau gak punya sangu. Belom lagi temen-temen yang malakin oleh-oleh begitunya pulang ke Indonesia. Sooner or later travelling overseas again, where's next?

Jumat, 14 Agustus 2015

Bandung Soon

Hi guys,

Bagaimana kabar kalian? Lagi pada sibuk persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 ya? Semoga dengan bertambahnya umur Republik Indonesia ini bertambah pula kesejahteraan, persatuan, dan perdamaian rakyatnya. Nah kalau ngomongin tentang Kemerdekaan Republik Indonesia pastilah pikiran kita bakal teringat pada peristiwa-peristiwa heroik yang terjadi pada saat merebut kemerdekaan bangsa ini. Tidak hanya berhenti di situ saja, karena kita tahu setelah kemerdekaan diproklamirkan pun masih ada beberapa negara yang mencoba menjajah Indonesia kembali sehingga memicu Perang Kemerdekaan (1945-1949). Salah satunya adalah Belanda, Belanda mencoba untuk menjajah Indonesia kembali dan peristiwa menghebohkan yang saya ingat dari pelajaran sejarah saat sekolah adalah Bandung Lautan Api.

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung pada tanggal 23 Maret 1946. Hal tersebut dilakukan karena untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda untuk dapat menempati kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Belanda memberikan ultimatum kepada para penduduk agar mengosongkan wilayah tersebut, namun ultimatum tersebut tidak diindahkan, kemudian pada tanggal 23 Maret 1946 Belanda mengulangi ultimatumnya. Akhirnya atas instruksi dari pemerintah RI di Jakarta, para pejuang mau meninggalkan kotanya walau dengan berat hati.  Namun sebelum meninggalkan kota tersebut, terlebih dahulu para pejuang menyerang ke arah sekutu dan membumi hanguskan Bandung wilayah selatan.

Begitulah sedikit kilas balik peristiwa yang terjadi setelah kemerdekaan (sambil nyontek buku sejarah), eh ngomong-ngomong soal Bandung, sepertinya dalam waktu dekat ini saya bersama travelmate saya, Arul a.k.a Kurniawan Bakhrul Saputra bakalan mengunjungi kota ini. Sudah lama sekali sahabat saya ini mengajak saya untuk berkunjung dan wisata kuliner di Kota Kembang ini. Sudah berburu tiket juga namun karena kesibukan kita jadi masih belum menemukan jadwal yang pas.

Semoga kami segera bisa mendapatkan waktu yang sama-sama bisa libur bareng jadi bisa segera mengunjungi kota Bandung. Rencana sih menggunakan kereta api agar lebih ekonimis, jadi kami bisa menghemat budget untuk jalan-jalan, mencicipi wisata kuliner, berbelanja, dan tak lupa napak tilas di sana sambil belajar kebudayaan dan kearifan lokal warga Bandung.
 Tarif Kereta Jogja-Bandung
Buat teman-teman yang di Bandung atau ada rencana mau ke Bandung mungkin bisa bantu kalau kami nyasar ya hahaha.
Salam Merdeka!

Kamis, 06 Agustus 2015

Semangka dan Hotel Sheraton Yogyakarta

Dear visitors,

Terimakasih sudah setia mengikuti blog saya yang memang masih belum banyak postnya karena memang sedang merintis sih, masih harus banyak belajar dari para senior. Tapi saya akan berusaha membuat blog ini lebih seru yang mungkin bisa menginspirasi kalian semua (kalau ada waktu ya haha). Baiklah cerita kali ini adalah tentang acara yang saya hadiri yang diadakan oleh Kemetrian Komunikasi dan Informatika, meeting Evaluasi Tahunan Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi di Hotel Sheraton Yogyakarta beberapa hari yang lalu. Eits tapi kita gak bahas meetingnya apa ya, masalah kerjaan gak usah dibawa-bawa ke blog haha. Yang mau saya bahas adalah tentang makanannya (halah).

Dimulai dengan pagi ketika kami tiba di Hotel Sheraton Yogyakarta, kami langsung disuguhi coffee break yang menu diantaranya adalah, teh, kopi, cake mouse, kueku, nagasari, kacang, semar mendem, dan curry puff alias pastel. Emmm saya mencoba kopi, cake mouse, semar mendem, dan curry puff (sarapannya banyak juga ya), semuanya enak. Kalau untuk menu yang lain saya belum sempat mengicipi karena terbatasnya waktu sehingga harus segera memasuki ruang meeting di Adipati Meeting Room lantai 5 Hotel Sheraton Yogyakarta.

Nah singkat cerita, setelah meeting selesei kami makan siang di lantai 1, eh sebentar saya ulas tentang arsitektur di Hotel Sheraton ini sedikit ya. Bangunannya sangat agung dan megah, dan begitu kita di lobby jangan harap itu ground floor, itu adalah di lantai 7, di sini uniknya, kalau biasanya di hotel lain lobby itu di ground floor. Sedangkan kalau kita mau ke kamar atau ke meeting room kita harus turun menggunakan lift. Interior dan eksteriornya sangat berkelas dan jujur saya akui, ini baru pertama kalinya saya ke Hotel Sheraton ini (biasanya saya mah kelas hotel backpaker aja udah seneng).

Menuju ke buffet makan siang, hmm yang menjadi menu favorit saya dan buah favorit saya ada di sana, yup semangka. Tanpa tedeng aling-aling saya langsung makan siang kemudian dilanjut dengan menu makanan pencuci mulutnya semangka. Oh sungguh enak sekali semangka yang disediakan oleh Hotel Sheraton ini, ada semangka merah dan semangka kuning, semuanya fresh, se-fresh senyum mbak2 dan mas2 yang jaga di ruangan tersebut haha. 
 
Pokoknya pengalaman di Hotel Sheraton seru banget, makanannya enak2 (gratis lagi), semoga next time diundang ke hotel ini lagi.


Kamis, 30 Juli 2015

Ocean is calling, Pantai Krakal

Hello visitors, salam weekend, udah punya planning ke mana buat weekend besok? Nih aku mau share tentang salah satu pantai yang mungkin bisa jadi inspirasi kalian semua. Pantai yang terletak di daerah Gunung Kidul ini termasuk dalam 5 pantai yang wajib dikunjungi apabila ke Pulau Jawa, nama pantai tersebut adalah Pantai Krakal. Sebenarnya banyak sekali pantai indah di Gunung Kidul yang bisa jadi pilihan liburan, namun salah satu pantai favorit saya adalah Pantai Krakal. Pantai Krakal sendiri mempunyai beberapa spot surfing tersembunyi yang menantang, karena memang ombaknya lumayan besar di sana. Garis Pantai Krakal yang landai dan bertabur dengan pasir putih serta memiliki hempasan ombak yang jernih ditambah tebing karang yang menghiasi sekitarnya, disempurnakan dengan langit biru yang cerah berawan putih membuat Pantai Krakal bak lukisan alam karya Sang Maha Pencipta yang sangat luar biasa indah.
Di Pantai ini terdapat ikan kepe-kepe atau butterflyfish dengan bergaris-garis biru tua dan biru muda, ikan damselfish berwarna kuning dengan aksennya berwarna biru di punggung, serta terdapat sekelompok ikan kecil yang berwarna biru terang sedang berenang di antara bebatuan. Sayang sekali waktu saya mencoba menangkap ikan di sana (halah kayak nelayan aja) maksudnya menangkap ikan dengan bantuan ember dan jaring kecil atau kadang-kadang pakai tangan kosong, tidak satupun ikan yang didapatkan. Justru anak-anak kecil malah dapet ikan di sana, mungkin ikannya suka sama anak kecil kali ya haha.
Selain surfing atau bermain air di sekitar pantai, kita juga bisa berjalan-jalan di sepanjang pantai yang pasir putihnya sangat indah itu. Tapi jangan lupa pakai alas kaki ya karena batu karang di sekitar bibir pantai banyak sekali, aku khawatir kalau kalian ntar kenapa-napa (eh). Terlihat beberapa penduduk sekitar yang sedang asyik berenang di laut dangkal untuk mencari umbal, umbal adalah hewan laut kecil yang hidup di bebatuan, biasanya diolah menjadi rempeyek, rasanya gurih.

Duh pokoknya indah dan eksotik banget pantai krakal ini, ombaknya juga cocok buat kalian yang mau surfing. Tempatnya agak tersembunyi, harus berjalan dulu, bisa tanya-tanya sama penduduk sekitar di mana tempat yang cocok untuk surfing tersebut, karena tidak seperti di Bali, surfing bukanlah olahraga yang populer di Jogja. Nah silahkan buat yang penasaran besok weekend bisa langsung berkunjung ke sana, tenang saja akses jalannya sangat mudah ko bisa ditempuh dengan mobil atau motor. Jangan lupa persiapkan semuanya dengan baik agar tidak terjadi habatan dan jangan lupa berdoa sebelum berangkat.

Have a nice weekend!

Kamis, 09 Juli 2015

Menikmati Durian Medan di Negeri Orang

Hai hai, gimana postingan jalan-jalan perdananya? Okay next kita ngomongin masalah makanan yuk ah, masih berada di Malaysia (mantan TKI sepertinya) kita ke Kampung Indonesia (karena masa itu saya sangat merindukan berbicara dalam bahasa Indonesia) yang bernama Chow Kit. Sejujurnya saya kalau berbelanja di daerah ini (nah kan ketahuan kalau TKI), baik itu keperluan sehari-hari, bahan makanan, dan barang-barang Indonesia yang tidak dijual di kedai runcit Malaysia bisa ditemukan di sini.

Kala itu saya berdua dengan teman saya yang bernama Panji, sama-sama dari Jogja, rencananya kita mau beli bahan makanan untuk persiapan lebaran karena kami berencana membuat pesta kecil-kecilan mengundang teman-teman baik itu penduduk Malay atau foreigner untuk mencicipi makanan khas Indonesia. Nah setelah kita selesei berbelanja beras, ayam, ketupat plastik (di sana kami tidak menemukan ketupat janur), bumbu pawon (eh), buah, dan segala rupa kue lebaran, kami berjalan-jalan sebentar di area buah durian yang kala itu memang sedang musim di sana.

Tak menyangka kami menemukan durian Medan, padahal kalau di Jogja saya pribadi jarang makan durian Medan karena memang harganya mahal. Lebih mengagetkan lagi karena durian tersebut sangat murah kalau dibandingkan beli di Indonesia yaitu 3 for 10 RM, artinya hanya dengan 10 RM kita bisa mendapatkan 3 buah durian.

Nah temen saya yang namanya Panji ini memang orangnya pinter nawar, dengan harga yang menurut saya sudah murah itu masih ditawar sama dia (walah Nji). Akhirnya kami mendapatkan 4 durian untuk 10 RM. Pada saat kami sedang menikmati durian (pada saat itu sudah buka puasa) kami bercakap-cakap dalam bahasa Jawa, eh ternyata yang jual orang Jawa juga, alhasil kami dapat gratis 1 durian lagi ( ya Salaaam). FYI, kami makan 3 durian di tempat, dan 2 durian kami bawa pulang ke kondo.

Sampai di kondo, sudah pucing pala belbi, durian tadi memang sangat berbeda dengan yang sering saya makan di Jogja. Jauuuh lebih enak, kandungan alkoholnya juga lebih banyak, lebih manis, lebih wangi, dan yang pasti lebih murah. Entahlah saya juga bingung kenapa durian Medan malah lebih murah di Malaysia daripada di Jogja ya haha. Sekian dulu ulasannya, oh iya bagi kalian yang ingin berkunjung ke Chow Kit, dari KL Sentral bisa naik monorail tinggal beli tiket di vending mechine.